
Bersyukur Bukan Sekadar Ucapkan “Terima Kasih”

Cikarang – Mengajarkan anak untuk bersyukur menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter sejak usia dini. Rasa syukur tidak hanya ditunjukkan dengan mengucapkan “Alhamdulillah” atau “terima kasih”, tetapi juga melalui kemampuan anak menghargai makanan, keluarga, teman, kesehatan, kesempatan belajar, hingga berbagai hal sederhana yang ditemuinya setiap hari.
Pada usia dini, anak belajar terutama melalui contoh dan kebiasaan yang dilakukan berulang. Karena itu, orang tua dan guru memiliki peran besar dalam membantu anak memahami bahwa tidak semua kebahagiaan harus berasal dari barang baru atau sesuatu yang mahal.
Nilai tersebut sejalan dengan perhatian TK Islam Al Azhar 12 Cikarang terhadap pendidikan karakter. Situs sekolah juga memuat berbagai materi mengenai pembentukan karakter dan pendidikan anak usia dini, termasuk tema menghormati guru, pendidikan usia dini, kreativitas, dan parenting Islami.
Bagi orang tua yang sedang mencari Sekolah TK terbaik di Cikarang, Kab. Bekasi, pendekatan pendidikan karakter dapat menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan selain pembelajaran akademik, fasilitas, kenyamanan, dan komunikasi antara sekolah dengan keluarga.
5 Cara Mengajarkan Anak Bersyukur Sejak Dini
1. Biasakan Mengucapkan Alhamdulillah
Cara paling sederhana adalah membiasakan anak mengucapkan Alhamdulillah ketika memperoleh sesuatu yang baik. Tidak harus menunggu mendapatkan hadiah. Anak dapat diajak bersyukur setelah makan, selesai bermain, bangun dalam keadaan sehat, berhasil menyelesaikan tugas, atau setelah menikmati waktu bersama keluarga.
Namun, orang tua sebaiknya tidak berhenti pada ucapan. Jelaskan dengan bahasa sederhana mengapa anak bersyukur. Misalnya, “Alhamdulillah, hari ini kita bisa makan bersama,” sehingga anak perlahan memahami makna di balik ucapan tersebut.
2. Orang Tua dan Guru Menjadi Contoh
Anak adalah pengamat yang sangat baik. Jika orang dewasa di sekitarnya terbiasa mengucapkan terima kasih, menghargai bantuan orang lain, tidak mudah mengeluh, dan menjaga apa yang dimiliki, anak akan memperoleh contoh nyata tentang rasa syukur.
Karena itu, pendidikan karakter akan lebih efektif ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan. Kebiasaan baik yang diajarkan di sekolah perlu dilanjutkan di rumah, begitu pula sebaliknya.
3. Ajarkan Anak Menghargai Hal-Hal Sederhana
Mengajarkan bersyukur tidak harus melalui kegiatan yang rumit. Ajak anak memperhatikan hal-hal kecil yang sering dianggap biasa: memiliki teman bermain, menikmati makanan, membaca buku bersama, melihat tanaman tumbuh, bermain di luar ruangan, atau mendapatkan pelukan dari orang tua.
Pertanyaan sederhana seperti, “Hari ini kamu senang karena apa?” dapat menjadi awal percakapan yang baik.
Orang tua juga dapat membuat kebiasaan sebelum tidur dengan meminta anak menyebutkan dua atau tiga hal yang membuatnya bersyukur pada hari tersebut.
Bersyukur Membantu Membentuk Karakter Anak

Belajar Menghargai Orang Lain
Rasa syukur dapat dikaitkan dengan kebiasaan menghargai orang lain. Ketika mendapatkan bantuan, anak dibiasakan mengucapkan terima kasih. Ketika menerima hadiah, anak belajar menghargai pemberinya, bukan hanya menilai hadiah tersebut.
Kebiasaan sederhana seperti ini membantu anak memahami bahwa dirinya hidup bersama orang lain dan menerima banyak kebaikan dari lingkungan sekitarnya.
Belajar Menjaga Apa yang Dimiliki
Anak juga dapat diajarkan bahwa bersyukur berarti menjaga sesuatu yang telah dimiliki. Setelah bermain, misalnya, anak diajak mengembalikan mainan ke tempatnya. Buku tidak dicoret sembarangan, makanan tidak dibuang, dan perlengkapan sekolah dirawat.
Dengan begitu, rasa syukur diterjemahkan menjadi tindakan yang konkret dan mudah dipahami oleh anak usia dini.
Berbagi dengan Teman
Cara lain yang dapat diterapkan adalah mengenalkan kebiasaan berbagi. Anak dapat diajak berbagi makanan, meminjamkan alat bermain, membantu teman, atau terlibat dalam kegiatan sosial yang sesuai dengan usianya.
Tidak perlu memaksa anak memberikan benda kesayangannya. Fokus utamanya adalah mengenalkan bahwa berbagi merupakan salah satu cara menggunakan hal yang dimiliki untuk memberikan kebaikan kepada orang lain.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Jadi Kunci

Mengajarkan anak bersyukur membutuhkan konsistensi. Sekolah dapat memberikan pengalaman belajar dan pembiasaan, tetapi keluarga tetap menjadi lingkungan utama tempat anak melihat bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua tidak perlu menunggu momen besar. Mulailah dari makan bersama, mengucapkan terima kasih, menjaga mainan, berbagi dengan saudara, membantu pekerjaan sederhana, dan mengucapkan Alhamdulillah atas kebaikan yang diterima.
Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, anak akan semakin memahami bahwa bersyukur bukan sekadar ucapan, melainkan sikap dalam menghargai nikmat, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya.
baca juga: Cara Menumbuhkan Disiplin Kepada Anak Tanpa Amarah
PMB TK Islam Al Azhar 12 Cikarang
Kesempatan mengenal lebih jauh TK Islam Al Azhar 12 Cikarang juga dapat dimanfaatkan oleh orang tua melalui Penerimaan Murid Baru (PMB). Situs resmi sekolah saat ini menyediakan informasi PMB Toddler-KB-TK Islam Al Azhar 12 Cikarang untuk Tahun Ajaran 2027/2028.
Orang tua dapat mencari informasi mengenai program, proses pendaftaran, lingkungan sekolah, serta kegiatan pembelajaran sebelum menentukan pilihan pendidikan untuk anak.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, rincian biaya, program unggulan, dan jadwal PMB, orang tua dapat langsung menghubungi narahubung resmi sekolah melalui layanan informasi PMB di bawah ini:
- Whatsapp: hubungi kami
- Instagram: @tkialazhar12cikarang
- Website: tkia12.al-azhar.sch.id
- Alamat: Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, Jababeka Education Park, Simpangan, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17550
TK Islam Al Azhar 12 Cikarang: Beradab, Berkemajuan, dan Berwawasan Global!
